Tuesday, October 25, 2011

Shopaholic!

Semua tahu kan shopaholic itu apa? Yuph! Pecinta belanja. Well, tulisan ini saya dedikasikan buat cewek-cewek yang hobi banget belanja, termasuk diri saya sendiri. hihihi..


Ada 1 film yang ngena banget, soalnya "gue banget", mungkin juga pastinya "elo banget", haha.. Film ini menceritakan tentang kehidupan seorang cewek shopaholic yang bernama Rebecca Bloomwood (kalo nggak salah) yang hobi banget belenje belinji. Semua pasti tau apa judul film ini. Yaph!! "Confession of a Shopaholic". Bedanya si Rebecca sama saya, kalau saya belanja cukup pakai debit, bukan kartu kredit, karena saya sadar betul belum punya penghasilan, jadi nggak mungkin pakai kartu kredit. hahaha.


Hal-hal yang sama yang dikemukakan para shopaholic menurut film ini dan fakta di real life adalah
STRESS. Kalo lagi stress, cara ampuh ngilanginnya adalah dengan berbelanja.
Hmm, bisa dibilang bener banget tuh. Udah penat, stress, banyak masalah, apalagi sama pacar ye, belanja itu salah satu alternatif penghibur diri. Dapat barang baru jadinya hepi, stress juga hilang. Inilah alasan mengapa belanja itu menyenangkan. "because when I shop, the world gets better", begitu kata Rebecca.


Padahal belum tentu setelah belanja ini itu kita terbebas dari stress, yang ada malah masalah baru, "duit gue habis, gue bokek!" atau "buset! tagihan kartu kredit gue bengkak cuy!". Kalo udah gini, datanglah stress baru, maka belenje belinji lagi (bisa ngutang atau pakai kartu kredit), kemudian stress lagi, belenje belinji lagi, stress lagi, gituuu terus diulang-ulang.


INVESTASI. Ini dia satu lagi alasan pengeluaran atau pembelanjaan yang tidak direncanakan. Sering nggak lagi jalan-jalan, niatnya sih cuma cuci mata, tapi gara-gara itu sampai nyuci dompet alias nguras dompet? Awalnya cuma lihat-lihat, kemudian tertarik, ingin memilikinya, lalu berpikir, "wow! ini keren, bagus! beli nggak yah?! kalau nggak dibeli sayang, ini barang bagus banget, lucu! besok-besok belum tentu nemu barang kayak gini kan. walaupun makenya nggak untuk saat-saat ini, suatu saat mungkin berguna. mumpung murah juga ni, lagi diskon". Dilanjutkan dengan mengingat jumlah duit di dompet. Bila dirasa cukup, dibawa deh tu barang ke kasir. Dan.... I got it!

Sesampainya di rumah barulah terbersit, sebenarnya barang ini nggak penting-penting banget sih! --> menyesal. Duit di dompet berkurang cuma gara-gara keinginan sesaat yang dikira itu adalah investasi. Terlanjur terbuai dengan pikiran "belum tentu besok ada barang sebagus ini", "mungkin suatu saat berguna", atau "mumpung murah". Sayang banget kan, jadinya bukan investasi, tapi buang-buang duit. Semurah-murah apa pun itu tetap saja buang-buang duit.


So guys, bijaklah dalam membelanjakan duitmu, hartamu. Jangan menyia-nyiakannya untuk membeli barang-barang yang belum tentu nanti dipakai dan belum benar-benar kamu butuhkan. Lebih baik duit itu dibelanjakan di jalan Allah, alias sedekah. Intinya sama-sama belanja kan? Hehehe. Alasannya pun bisa sama, menghilangkan stress dan berinvestasi.


Belenje belinji di jalan Allah itu bisa menghilangkan stress jauh lebih ampuh dibandingkan untuk diri sendiri lho! Percaya deh! Saat kamu belanja barang-barang pribadi, memang dapat menghilangkan stress tapi itu sifatnya sementara, karena itu disebut kebahagiaan secara fisik atau kalau orang bule biasanya bilang physical happiness. Beda dengan saat kamu mengeluarkan uang untuk bersedekah. Kebahagiaan yang kamu butuh untuk menghilangkan stress itu sifatnya lebih lama dibandingkan physical happiness itu tadi. Bayangkan saat kamu memiliki uang, lalu diberikan pada orang yang lagi membutuhkan, gimana rasanya? Otomatis senang donk! Rasanya senang bisa bermanfaat dan membantu orang lain. Kebahagiaan inilah yang dinamakan spiritual happiness, karena yang kita keluarkan adalah value atau nilai yang bersumber dari Allah, yaitu "memberi". Bukankah Allah Maha Memberi?! Kenapa kita harus pelit untuk memberi?!


Selain itu alasan lainnya adalah investasi. Sedekah juga merupakan bentuk investasi lho! Coba bandingkan dengan investasi pada barang belanjaan tadi, tidak akan ada balasan atau keuntungan lebih yang kita dapatkan. Berbeda dengan menginvestasikan harta kita di jalan Allah dan sudah pasti Allah akan membalasnya. Bahkan balasan itu melebihi dari yang kita investasikan, karena itu sudah merupakan janji Allah. Dan janji Allah adalah benar, seperti dituliskan dalam Al Quran surat Al Baqarah ini:

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah : 261)

The parable of those who spend their substance in the way of Allah is that of a grain of corn: it groweth seven ears, and each ear Hath a hundred grains. Allah giveth manifold increase to whom He pleaseth: And Allah careth for all and He knoweth all things. (Al Baqarah : 261)


Jadi nggak rugi kan belenje belinji di jalan Allah? hehehe. Banyak sekali manfaat yang didapat selain senang, stress hilang, bisa bermanfaat untuk orang lain, juga dibalas sama Allah. Subhanallah ya. :D
Dan untuk yang hobi belanja ini dia cara belanja yang baru yang lebih menguntungkan. Stay being shopaholic with a different way, guys! Sah-sah aja kita belanja untuk diri sendiri, tapi jangan lupakan belanja yang lain (sedekah) juga harus sebanding.


Sekian posting kali ini, semoga bermanfaat nggak cuma untuk diri saya sendiri, tapi juga yang iseng mampir baca-baca blog saya. :)

4 comments:

  1. idihhh, nyindir aku yg hobi shopping juga. cuma aku masih bisa ngerem, gak pernah belanja barang yg gak penting. sadar diri : belum kerja.. hehheeee...

    ReplyDelete
  2. hahaha, nyindir ak juga nih suka beli barang ga penting.. hihihi :p

    ReplyDelete
  3. hehehe, thank you.. :)

    ReplyDelete