Friday, February 02, 2018

MATERI 2 MATRIKULASI IIP

🙋MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA🙋

Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #5? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

🍀APA ITU IBU PROFESIONAL?

Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna;
1. perempuan yang telah melahirkan seseorang;
2. sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;
3. panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum;
4. bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari;
5. yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;

Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna;
1. bersangkutan dengan profesi;
2. memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :

a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

🍀APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?

Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.

🍀MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. .Meningkatkan rasa percaya diri  ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

🍀VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.

🍀BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?

Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya

b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.

c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri  ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya

d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

🍀APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?

“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”

Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena  anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.

Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :

BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga

BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan

Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:
“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto

Salam Ibu Profesional

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

📚SUMBER BACAAN:
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015

https://youtu.be/hmLVcXK658Y

*Q&A*

Q1. Mba Rafita 
Pertanyaan
•Sebagai seorang ibu profesional, bagaimana cara terbaik untuk mengingatkan suami agar dapat melakukan segala sesuatu dengan lebih rapi dan bersih?
A1. Mbak Rafita
- yang pertama, for to change we must change first, kita berubah dahulu menunjukkan kerapian dan manfaatnya, sehingga dilihat dan dirasakan bersama.
- kedua, komunikasikan ke suami, sampaikan apa yang kita inginkan dengan clear and clarify.  cari waktu yang tepat, karena terkadang bukan isi pesan yang tidak diterima namun cara menyampaikan pesan.
- doa menembus langit, karena terkadang lebih mudah membentuk anak daripada suami. sehingga doa senjata utama✅

Q2. Mba Ranti
Pertanyaan
•Menjadi seorg ibu profesional pasti membutuhkan ilmu, sdgkn dgn sadar diri sy msh sgt minim sekali ilmu ttg parenting dkk.
1. Bagaimana tips spy kita sbgai org tua bsa blajar meningkatkan kualitas diri tanpa hrs meninggalkan anak2?
2. Bagaimana tips agar anak (3y & 1y) tdk menangis ktk kita pergi keluar rumah tanpa mereka utk belajar di luar rumah (seminar dll)?
A2. Mbak Ranti
- jangan menunggu kondisi sempurna, dengan bersegera bersungguh-sungguh mengamalkan setahap demi setahap, Allah akan memahamkan ilmu seiring berjalannya waktu.
1. Sejatinya tidak ada ibu yang tidak bekerja, baik itu full time mother atau ibu bekerja di ranah publik. Tentunya energi doble bagi ibu kerja di publik, .... kuncinya hanya bersungguh-sungguh menjalankan peran.
2. Sampaikan kepada anak dengan jujur, 'ibu bekerja ya nak, jadi adek bersama Mbah/mbak... Kalo ibu pergi jalan-jalan adek ikut" awalnya memang ada penolakan seperti menangis, menahan, dll namun itu proses penerimaan dalam dirinya, tetaplah sampaikan dengan baik jangan berbohong "ibu kedepannya sebentar ya( padahal sebenarnya sampai sore) " jangan. Lama-lama anak akan paham dan menerima, menunggu. Ketika pulang siapkan energi doble kita untuk menyambut suka cita anak melihat ibunya.
Apabila anak diajak acara orang dewasa, ingat kemuliaan anak lebih penting dari ilmu yang kita peroleh, sehingga segera undur diri begitu anak menunjukkan sikap bosan. Antisipasi persiap kan permainan/bekal yang disukai anak saat kita ajak ke arena kita.
TANGGAPAN:
-Peserta: Point kedua..kuncinya harus TEGA(S) dan JUJUR yaa mba.. Karena saya pernah mengalami dulu saat kerja di ranah publik..
-Fasilitator: Betul mbak, menengok sekali dengan senyuman😊🤗, ibu bekerja diluar sangat paham ini
-Peserta: Aq pun merasakan nya...kadang pas di tinggal kerja nangis padahal biasa nya ngga nangis..itu bisa karna bosan juga ya mba ratih?
-Fasilitator: Mengatasi bosan bisa dengan memberikan "kegiatan anak" yang kita rancang, mendelegasikannya ke mbak/Mbah yang ngasuh
-Peserta: Noted mba ratih😍😍😍 baru kepikiran...biar saat main bersama yg bantu ngasuh anak lebih menyenangkan ya mba
-Peserta: Kegiatan anak itu yang spertu apa mbk? Selain main?
-Fasilitator: Sesuai milestone anak, kita akan dapat materi ini di sesi matrikulasi selanjutnya dan dijabarkan di kelas Buda sayang
-Peserta: Milestone itu maksudnya sesui dengan usia?
-Fasilitator: Yess😃😃

Q3. Mba Fakhria Ahminarrizqie
Pertanyaan
•Bagaimana mengelola emosi? Sebagai istri juga sebagai ibu yang memiliki seorang batita usia 2,6 tahun juga baby newborn, saya seringkali merasa stress dan merasa tudak bisa membagi waktu. Kalau weekend saya sering sekali ingin suami mebantu pekerjaan domestik rumah tangga. Semisal suami bantu pasti ada saja yang membuat hati merasa tidak puas.
• Bila suami sedang bekerja, otomatis hanya saya dan dua anak di rumah. Sering kali ketika mengerjakan pekerjaan domestik rumah, si kakak mencari perhatian. Sekali dua kali saya tanggapi selebihnya saya terpancing marah. Lalu saya juga pernah terjebak pada kondisi semisal si kakak baru aaja saya tegur dan marahin, kemudian si adik nangis karena popok basah dan saya harus menggendong adik sembari disayang2 adiknya. Lalu si kakak menatap saya juga minta diperhatikan tapi hati saya masih kesal dengan yang si kakak lakukan sebelumnya. Saya harus bagaimana?
•intinya bagaimana mengelola emosi?
A3. Mengelola emosi dengan tantangan yang kompleks, coba di "preteli" satu-satu.
- me time perlu, gunakan waktu tidur siang kakak juga tidur siang ibu, apabila bayi terbangun, tidur-tiduran disampingnya, rehat.
- komunikasikan dengan suami apa yang kita inginkan dan ucapkan terimakasih, jangan fokus ke yang tidak kita suka, itu akan membebani.
- bayi kebutuhannya banyak tidur, selain ASI dan membersihkan diri bayi, fokus waktunya ke kakak, agar kakak tidak merasa kehilangan perhatian ibunya, tidak memicu sibling rivalry
- kasih peran ke kakak, libatkan kakak dalam aktifitas membantu adik, selain itu aktifitas memasak, beberes bisa jadi waktu yang menyenangkan dilakukan bersama kakak, selebihnya aktifitas yang butuh fokus selesaikan malam hari.
- bijak mengelola waktu agar efektif, tentukan prioritas membersamai anak atau rumah rapi.
TANGGAPAN
-Fasilitator: Dan, saya lebih suka memberi kado ke kakak saat negok bayi, mengucapkan selamat sudah menjadi kakak.
-Peserta: 😊😊 wah iya betul..😊
Trkdg kita lupa mmberi perhatian pd kakak,krna fokus pd adek baru😊
-Peserta: Kalau saya, begitu sy pulang, anak sudah terbiasa "laporan" lebih dulu. Seperti : mama aku td tidur siang, makan aku juga pinter.
Biasanya kl dia masih ingin main, dia bertanya dulu apakah boleh main lagk, lalu kami bernegosiasi.
Lama2 anak saya memahami sendiri mbak, pd wkt spt apa dia bs minta perpanjangan waktu utk main, pd waktu apa tidak.
-Fasilitator: Terimakasih diingatkan mbak, itu warning buat kita sebagai ibu, belum jadi ibu yang asik yang dinantikan kehadirannya. Ada 12 pola komunikasi yang menghambat, maksud ibu tidak diterima baik oleh anak.
Jadi, ubah pola komunikasi menjadi produktif dan konstruktif
Materi bunda sayang komunikasi produktif

Q4.Mba Eva
Pertanyaan
•Bagaimana caranya agar kita sbgai ibu bisa terus istiqomah dlm mendidik anak2 sesuai dgn ilmu2 yang kita pelajari baik ilmu parenting ataupun dr sisi agama
Karena terkadang,  kalo lagi dpt materi parenting yg oke,  kita sadar dan kmbali semangat nih utk trs memperbaiki diri
Tetapi dilain waktu,  kadang kita suka khilaf ke anak. Misal memarahi anak dgn berlebihan yg menyakiti hati dan raganya
A4. Mbak Eva,
saya jadi ingat kata Bunda Septi, keraslah pada dirimu maka kehidupan akan lunak padamu. Tidak ada hukum terbalik.
Apabila jadi ibu profesional itu mudah tentunya hadiah cukup payung cantik, namun karena kemuliaan yang ingin dicapai maka surgalah imbalannya,
"bersungguh-sungguh, komitmen dan konsisten (self talk juga buat saya) "
Setahap demi setahap dilakukan, konsisten 30-90 hari akan bisa jadi habit baru,
Kemudian, berkomunitas seperti sekarang di grup matrikulasi, karena komunitas mampu mengikat semangat, menjadikan teman sebagai polisi kita dalam belajar.
TANGGAPAN
-Peserta: Komunitas mampu mengikat semangat, menjadikan teman sebagai polisi kita dalam belajar.

Q5.Mba Ayudia
Pertanyaan
•Bagaimanakah caranya melihat bakat dan potensi kita ?
A5. Sebentar lagi kita akan tau, ada tools dan pendekatannya di salah satu sesi matrikulasi ini🤗✅

Q6. Mba Dwi Setyawati
Pertanyaan
🔹Gimana cara menyamakan visi keluarga yg mgkn gak sama dengan visi kita di IIP dan cara menyiapkan keluarga  kita juga??
Krn kadang ada keluarga yg pengennya begini2 aja gak mau neko2 gtuu.. hehehe
A6. Mbak Dwi Setyawati,
Menurut saya dimulai dari komunikasi suami istri, apabila sudah terbangun pola komunikasi dan romance maka akan mudah membuat kesepakatan visi misi, namun apabila tipikal suami cuek..mengalir saja...
Maka kita yang memulai dari perubahan positif diri sendiri dan anak.
Biasanya ditahapan ini suami akan mengamini, masih mentok juga, jurus doa menembus langit

Q7. Mba Laras,
Pertanyaan
Td saat melihat materi di yutub, bu Septi mnjelaskan bahwa kita hrs mmperhatikan rentang konsentrasi anak,dgn rumus 1 menit dikali umur,,
anak sy berusia 2,5 thn,,brarti kira-kira mmliki rentang konsentrasi skitar 2,5 menit.
Nah,kebetulan anak sy suka skali dibacakan buku,sering mngambil sendiri bukunya,dan sangat antusias mendengarkan&menjelajahi setiap isi bukunya bersama sy atau ayahnya. Dan ini bisa lebih dari sejam, satu buku bisa minta dibaca berkali-kali😅.
Pertanyaan sy,🙏🏻
krna sy blm tau ttg rentang konsentrasi pd anak td,apakah brrati cara kami ini keliru bu Ratih?
Aktifitas dgn buku mmbutuhkan konsentrasi,sedangkan kami tdk memberinya ice breaking/jeda stiap 2,5 menit.
Lalu, apakah ada dampak buruk baginya kelak? Adakah yg hrs kami benahi kdpnnya?mhn pncerahannya, terimaksih bnyk😊🙏🏻
A7. Mbak Laras
Ada bedanya membuat anak bisa mendengar cerita dan suka mendengarkan cerita.
Lihat di binar matanya, feedback (sesuai usia) yang diberikan anak, efek perubah positif dari pesan moral dongeng.
Apabila anak menunjukkan itu dan enjoy, maka lanjutkan.
Setiap anak unik dan berbeda, punya gaya belajar yang berbeda, cara konsentrasi/fokus anak gaya belajar visual, auditory dan kinestetik akan berbeda.

Q8. Mba Anggun
Pertanyaan
Terkait dengan rasa ingin tau anak yang luar biasa tinggi, apa yang sebaiknya kita lakukan, jika anak bertanya ini apa, apa, apa ,apa, apa..trus brulang2 jika sdh djwab,jwabanya itu jd pertnyaan lg, dan lagi bgitu sterusnya..pengalaman ponakan2 kalau nanya seperti itu,awal2.nya saya jawab tapi klo keterusan kadang ko jadi kesel y😯, trus saya jawab, "udah ah cape", "nanya terus ah pusing" atau saya jawab disalah-salahin.🙈
Setelah liat materi ini saya jd tau kalau itu salah, dan saya tdk mau mengulanginya pada anak saya, takutnya rasa ingin tahu anak malah menurun karena ibunya.
Jadi sebaiknya apa yang dapat saya lakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali?
A8. Mbak Anggun
Rasa ingin tau akan memicu imaginasi kreatif kemudian art of discovery, terakhir akhlak mulia, begitu secara fitrah dalam Piramida anak. Namun, secara sadar atau tidak orang dewasa disekelilingnya lah yang mematikannya.
Kalo Kahlil Gibran mengatakan
"anakmu bukanlah milikmu,
mereka putra putri sang hidup
yang rindu pada diri sendiri,
darimu mereka lahir tapi bukan hakmu,
Boleh kau berikan rumah untuk raganya,
Tapi tidak untuk jiwanya,
Karena jiwa mereka penghuni rumah masa depan,
Yang tidak pernah bisa kau kunjungi,
Sekalipun dalam impian. "
Maka tugas kita hanya sebagai fasilitator,
Diperlukan watak sabar untuk membersamai nya.
Caranya menumbuhkan fitrah piramida anak ada di 12 materi Bunda Sayang

Q9. Mba iswahyuni
Pertanyaan
1. Bagaimana cara meningkatkan percaya diri sebagai ibu
2. Sekarang anak yg pertama sudah besar kelas 5 sudah tidak berada dalam masa emas, apakah bisa memungkinkan untuk memperbaiki kesalahan2 pendidikan yang terdahulu?
Bagaimana cara memperbaikinya?
A9. Mbak Iswahyuni
-naikkan self esteem kita,  bisa dengan berpakaian kerja dirumah jam 7 pagi-7 malam, pakaian kebesaran ibu "daster" dipakai pada jam tertentu tidak sepanjang hari dengan bau bawang dan peniti sana sini😆🙈, dan juga meningkatkan kualitas ilmu seperti menyusun kurikulum anak..menaikan posisi dari tukang antar jemput anak jadi manager keluarga, dari kasir menjadi manager keuangan, dari tukang masak jadi ahli gizi keluarga, dari tukang bersih-bersih jadi konsultan metode 5R rumah rasa hotel bintang 5, dll. Ada di kuliah bunda cekatan
- bagaimana kalo sudah terlanjur, mulailah dari sekarang, bersungguh-sungguh mengejar ilmunya, amalkan, Allah akan memahamkan kita seiring berjalannya waktu.
Jangan terjebak dengan sunami informasi, semua ilmu di update namun less amal.
gunakan jurus sakti "menarik tapi tidak tertarik" sehingga fokus satu ilmu
Apabila tahapan di IIP sudah sesuai, maka lanjutkan kalo tidak bisa berganti pilihan

Q10. Mba Lina
Pertanyaan
Apakah anak 5 th baiknya sudah sekolah tk atau kami biarkan dalam dunia main ya?
A10. Mbak Lina
Ibunya paling tau perkembangan anaknya, melihat kesiapan anak, memilihkan sekolah yang paling sesuai dengan anak, sekolah yang merepresentasikan value keluarga.
Silakan tanyakan ke anak, lebih suka belajar dengan ibunya atau sekolah. Apabila kualitas ibunya sudah jauh lebih baik, usia 5 tahun lebih baik dididik sendiri oleh ibunya, sebagai madrasah pertama anak.

Q11. MbaMegan Zya Naja Nitisara
Pertanyaan
1. Usia anak saya sudah besar 14th dan 10th sepertinya sudah terlambat memahami apalagi meraba apa keinginan mereka. Tapi saya melihat passionnya ke arah menggambar (si sulung) sementara si kembar senang menulis. Kadang mereka sibuk dengan dunianya sendiri. Saya mendekat sering dicuekin. Bagaimana menarik perhatian mereka? Terkadang lagi, kalo saya tidak berhasil bergabung dwngan mereka saya malah sibuk dengan dunia saya. 😂😂
2. Ketika mempunyai anak yg beranjak remaja, anak anak jadi susah diatur dan merasa lebih tahu akan dunianya. Bagaimana menyikapi ini?
3. Anak sulung saya cenderung introvert. Dia tidak pernah keluar rumah, tidak pernah bergabung dengan anak2 tetangga sebayanya, lebih suka mengurung siri di kamar belajar (jika hari biasa)  atau main game seharian kl libur. Apakah ini normal. Satu lagi, anak saya merasa 'beda' dari anak2 sebayanya di sini. Sepertinya ia merasa ga nyambung. Bagaimana menyikapinya? 
A11. Mbak Zya
Saya belum memiliki anak usia 14 tahun. Saya akan mencontoh praktek baik dari teman-teman di IIP dan Bunda Septi serta silakan teman-teman disini bisa berbagi pengalamannya.
Usia 10-14 tahun sudah baligh ya, sudah jadi teman sehingga pendekatannya sebagaimana teman bergaul. Ajak tes tallent mapping di www.temubakat.com untuk melihat kekuatan dan kelemahannya sehingga tau pemetaan anak.
Bonding yang terjalin baik usia 0-7 tahun akan membuat anak berkarakter baik usia 8-14 tahun, memiliki komunikasi yang baik dengan orang tuanya dan mudah diatur.
Karena usia tersebut mereka merasa sudah dewasa namun masih suka mencoba hal baru, pendekatannya dari teman, masukkan nasehat dan perhatikan dengan siapa dia berteman.
Mbak @⁨Megan Naja Nitisara⁩ , pertanyaan ketiga saya balikkan pertanyaan lagi🙈, dengan melihat fitrah anak hasil research keluarga Pak Dodik Bu Septi?

Q12. Mba nelyzawati
Pertanyaan
Butuh rentan berapa lama waktunya untuk kita menjadi ibu yang profesional menerapkan semua ilmu2 yang kita dapat dari teori2 yang ada?
A12. Mbak Nelizawati
Tahapan standar belajar di IIP
1. Matrikulasi 9 minggu
2. Bunda sayang 12 bulan
3. Bunda Cekatan 12 bulan
4. Bunda Produktif 12 bulan
5. Bunda Saleha 12 bulan
Apabila lulus lancar jaya😃
Kalo remidi silakan dihitung sendiri, sistem remidi per cawu.
Terlihat berat ya, namun jangan khawatir kita bisa membuatnya menjadi menyenangkan. Bahkan ada banyak teman yang secara suka rela remidi, atau meremidialkan diri (dengan cara elegan) seperti menjadi Fasilitator matrikulasi, Fasilitator bunda sayang, dst.
Semua akan mendapatkan kesempatan bagi yang mau berbagi dan melayani.
Jangan tanya setelah lulus gelarnya apa ya😅, karena gelar ibu hanya satu yaitu lulus dengan predikat Khusnul Khotimah.

Sunday, January 28, 2018

MATERI 1 MATRIKULASI IIP

[SESI #1]

KELAS MATRIKULASI BATCH #5 INSTITUT IBU PROFESIONAL

🌹🌹🌹

*ADAB MENUNTUT ILMU*

_Disusun oleh Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional_

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.

*Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU*

_ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya_

Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.

Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

_Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan_

Para ibu lah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya

🌹ADAB PADA DIRI SENDIRI
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.

d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.

🌹ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.

🌹ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat “copas dari grup sebelah” tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

e. Dalam dunia online, harus menerapkan _“sceptical thinking”_ dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.

Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.

Referensi :
_Turnomo Raharjo, Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012._
_Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah, 2014, hlm. 5_
_Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015_

Q&A

Anzilia Rizka Yunita
Q1.  kalau ad teman yg perilakunya merasa lebih tinggi dari yg lain/sok tau apa yg hrs kita lakukan? Karena kdg scr ga lgsg kita kesel. Jd males mau interaksi sm org tsb
A1.  Mbak Anzilia Rizka Yunita,
Bertanya yang bisa kita katakan "Alhamdulillah" ladang amal bagi kita. Setiap kita punya hormon andrenalin yang terus berpacu, hanya akan berjalan didua arah, positif dan negatif, apabila dibakar diaktifitas positif akan menjadi prestasi, dan sebaliknya dibakar dengan aktifitas negatif timbulnya tingkah laku dan perilaku negatif.
Orang yang merasa lebih tinggi/ sok tau biasanya sedang membutuhkan pengakuan dan perhatian, pola pikir berdasarkan nalar bukan sumber referensi yang jelas atau bertemu dengan seseorang yang lebih berpengalaman akan membuatnya segan dan berfikir. jadi, menurut saya, sibukkan diri kita dengan proses meningkatkan kemuliaan, bersungguh-sungguh menuntut ilmu, bagaikan ilmu padi semakin berisi semakin merunduk. perubahan pola pikir dan cara pandang kita, bertambahnya kemuliaan dan rasa syukur kita akan  lebih baik dari kata-kata dan nasehat untuknya.✅

Q2. bagaimana adab kita dg sesama pembelajar/teman,apakah akan diajarkan jg?
A2. pertanyaan saya kembalikan, didalam grup bekasi 3 ini, bagaimana sebaiknya adab kita yang sama-sama sedang belajar? 😀 Di IIP kita mengenal semua guru semua murid, dengan rendah hati kosongkan gelas bersiap terima materi baru, sehingga mari saling berbagi dan melayani✅
^ Saling menolong apabila ada yg kesulitan/belum paham
^ Saling mengingatkan apbila ada yg lupa /salah dengan bahasa yg santun
^ Kalau temen lagi galau pengen curhat kita jadi pendengar setia
^ Saling menghargai perbedaan pndapat ketika sedang diskusi/dlm proses belajar disini
^ Tidak sombong karena memiliki ilmu,tetap rendah hati dan terus mengamalkannya

Nelizawati
Q3. Bagaimana cara agar ilmu yg kita dapat itu tidak hilang, dan selalu melekat serta diridhoi Allah?
A3. Teringat sebuah hadits, tiga amal yang tidak terputus walaupun sudah meninggal, yaitu anak Sholeh yang mendoakan orang tua, sedekah jariyah dan ilmu yang bermanfaat. Amalkan adab menuntut ilmu, pegang prinsip iman-akhlak-adab-bicara.
^ Dg mengamalkan kmbali ilmu yg dimiliki , itu bisa melekat juga kekita karna seringnya dilakukan dan diamalkan , dan jgn lupa basmalah dulu.
^ Perbaiki niat, mengamalkan dan membagikan ilmu semata mata untuk mendapat ridho Allah
^"Sampaikan walau satu ayat"
Walau hanya sedikit dr ilmu yg kita dapat jika kita berikan ke org lain dg iklas makan insyaallah ilmu itu ttp melekat pada diri kita....
Juga mendapat pahala jika yg kita sampaikan mengamalkan ilmu tersebut
^Pertama mengikat ilmu dg mencatatnya agar suatu hari jika lupa bs dipelajari lg, kedua diamalkan, ketika disebarkan/diajarkan...

Jika kita menyebarkan ilmu dg niat mencari ridho Allah,  maka insyaallah itulah yg di dapat...

Begitu sebaliknya..

Jika yg di niatkan selain ridho Allah, maka apa yg kita niatkanlah yg kita dapat..

Wallahu 'alam..

Q4. Bagaimana cara mengaplikasikan ilmu  agar konsisten dalam kehidupan sehari2?
A4. cara mengaplikasikan ilmu agar konsisten: cari alasan kuat kenapa kita harus belajar ilmu tersebut, start from the finish line, kemudian tentukan milstonenya, kerjakan satu tahap selama 90 hari agar menjadi habit (informasi yang menumpuk di otak selama 90 hari akan shocking strasing/ mengunci jadi value jadi habit)✅
Milestone ala saya yaitu langkah-langkah target berbatas waktu.
^ Seperti mis: harapan kita mw apa & apa yg mesti kita lakukan spya semua itu bisa terwujud ❤
^ Dulu di kuliah saya belajar ttg milestone bayi, umur sekian sudah bisa lakukan apa mestinya. Kalau disini mungkin milestone bisa diartikan apa yg hrs sdh kita capai pada waktu tertentu. Kita sendiri yg tentukan.

Anggun Julianita
Q5. Mengenai adab mnympaikan ilmu, apakah materi dr IIP ini kutipan2.nya sebagian2 ilmunya boleh disebar atau diposting di medsos dgn mencantumkan sumber IIP, karena fenomena "copas dr grup sebelah sdh begitu merajalela" saya ingin mnyampaikan jg pd yg lain bhwa itu krg baik..
A5. Mbak Anggun, niat baik selalu akan ada jalan.  Program matrikulasi ini program berkelanjutan dengan sistem pendampingan. Materi matrikulasi boleh di tulis secara runtut di blog/web pribadi kita masing-masing kemudian di share ke publik. Yang tidak boleh adalah langsung share materi ke salah satu/beberapa grup WA tanpa pendampingan fasilitator.  Karena ini program berkelanjutan, tidak boleh diterima sepotong-potong dengan sistem broadcasting ke sosmed messager ( seperti WA, line, telegram dll).

Kalau di wall fb, blog, web masih bisa ditelusuri satu persatu.

Apakah di printout, kemudian dibagikan boleh? Boleh diprint out, akan lebih baik tidak dibuka kelas sendiri atau dibagikan kecuali Mbak Anggun sudah lulus matrikulasi batch#5 dan menjadi fasilitator matrikulasi. Kemudian memandu kelas matrikulasi ini secara offline. Dan dilaporkan ke IIP Pusat. Karena program matrik ini kita lakukan serentak se nasional per 3 bln sekali baik offline maupun online.

Apabila ingin mengutip, tulislah ulang dengan bahasa mbak Anggun sendiri serta mencantumkan sumber referensinya✅

Mba Ita
Q6. Pada Adap terhadap guru ada poin yg menjelaskan tidak boleh mendahului guru...berarti dlm kulwa kita juga sama ya ketika d sampaikan meteri tdk boleh ada yg menyelang dengan pernyataan/pertanyaan apapun?

A6. Memang sepertinya agak berbeda kuliah online dengan offline. Di online terkadang kita secara tidak sadar memposting bersamaan dengan narasumber, berbeda di offline/ dunia nyata yang adab terlihat jelas. Hemat saya sebelum kelas dimulai ada rule teknis yang jelas yang dipahami dan disepakati bersama✅

Titania Friesdawaty
Q7. Dlm adab menuntut ilmu terdapat poin "Adab terhadap Guru".. Tetapi jaman sekarang banyak Guru atau pengajar yg justru memberikan contoh yg buruk terhadap anak didik nya. Seperti mendidik dgn kekerasan di luar batas, menegur kesalahan anak didik dgn bahasa kasar hingga kekerasan seksual. Lalu, tindakan apa yg perlu kita lakukan terhadap Guru dgn kasus tsb? Apakah "Adab terhadap Guru" tetap harus diterapkan dgn baik?

A7.Mbak Titania, Dalam pendidikan anak-anak kita memahami satu konsep ini 
*Anak-anak mungkin bisa salah memahami perkataan kita, tetapi mereka tidak pernah salah meng copy*
Sehingga orang dewasa di sekitar anak adalah orang-orang yg akan dicontoh oleh anak. 
Dengan kasus tersebut apabila anak-anak masih usia 0-7 th, saya memilih untuk memindahkannya.
Kalau anak usia 7-12 th, saya akan berikan fakta mana yang baik dan yang buruk, kemudian anak diberikan pilihan alternatif terbaik.
Anak usia 12-14 th ke atas, hargai penilaian dan keputusan anak, apapun pilihannya, kemudian dampingi.
Anak usia 14 th ke atas, ajari untuk mengatasi segala macam tantangan di depannya menjadi sebuah solusi bersama✅

Nia isna
Q8. Bagaimana cara mentracing sumber asli suatu artikel?

A8. Mbak Nia Isna, saya belum pernah mentraining sumber asli suatu artikel🙏🏻 yang saya lakukan tindakan preventif, yaitu
1. mencari artikel yang di-posting portal resmi dan kredibel atau situs resmi pemerintah.
2. Apabila tergelitik pada bahasan artikel, saya akan tabayun ke aplikasi perpusnas yaitu i-pusnas , disana saya bisa search literasi e-book dengan kata kunci/pengarang/judul yang ingin saya cari tau seperti di bahasan artikel.
3. Bertanya pada expert yang kita percaya misal Bunda Septi Peni Wulandani

Nayra
Q9. Poin tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sdg kita pelajari.. Maksudnya apa ya?

A9.Mbak Nayra, Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang dipelajari. Contoh nya: menyimpan buku diatas meja/dialasi saat digunakan, merawat buku dengan baik2 tidak melipat kertas/halaman buku saat kita akan menandai/batas halaman tapi dengan cara menyelipkan pembatas buku.✅

fitri nurhasanah
Q10. Skr sy ngajar TK & TPA( anak sd kelas 3 samp kls 6.ada jg yg SMP).bagaimana carany spy ilmu yg sedang dipelajari mudah diterima dg baik.kdg masih banyak bercandany pdhl sdh kami sampaikan adab2 ketika menuntut ilmu.

A10. Mbak Fitri Nurhasanah,
- Terkadang bukan isi pesan yang diterima, namun cara menyampaikan. Gelombang alpha adalah gelombang dalam keadaan rileks, santai tanpa tekanan, mata berbinar dan senyuman. Nah saat gelombang alpha muncul di otak saat itulah nasehat mampu terekam dan dipatuhi.
- Ridho guru adalah keberkahan murid, maka yang saya lakukan sebelum ketemu anak (murid kita jugakan) saya berdoa "Ya Allah, saya ridho, ridho yang paripurna, ridho yang komplit terhadap ....(sebutkan nama anak) ... Maka ridhoilah mereka.... sebagaimana ridhoku kepadanya.

Wallahua'lam bishawab

Thursday, January 25, 2018

Start The New Way of Being a Better Mom

Nothing is too late. Apalagi dalam hal belajar yah.. Ya Allah.. Bagaimana saya bertanggung jawab nantiny, kenapa dan kenapa ga dari dulu2 belajar, belajar dan belajar.

Padahal dari ibra bayi udah tau ada yang namany IIP tp ga mau cari tau lebih lanjut. Udah mikir takut ribet, takut ga bisa. Byk alasan! 😂

Setelah hampir 3th usia ibra skrg, barulah emakny ini semacam butuh pertolongan karena ilmu yg minim. Byk beli buku parenting jg sih tp gada yg tamat bacany. Uffftt! Ikut workshop fbe juga ya masih kurang signifikan thd keluarga ini. Penerapanny yg kurang, pdhl konsep fbe itu udah paling bagus bgt. Akhirnya mulailah saya bertekad seribet apapun insyaAllah bisa, apalagi ibra udah mulai gede udh mudah diajak aktivitas malahan juga sering bantuin (aah I'm so thankful to have you ibra  😘😘)

Mudah2an yaa setelah ini saya bisa lebih serius lagi sama 'tugas' saya ini.. Biarpun profesiny ibu rumah tangga tapi juga bisa profesional.
Bismillahirrahmaanirrahiim..
Allahumma inni as aluka 'ilman naafi'aa, wa rizqon thoyyibaa, wa amalan mutaqabbalaa..
Aamiin. 🙏

Monday, March 27, 2017

Assalamu'alaikum.. Hahaha :D

Assalamu'alaikuum.. it's been sooo long time not to write about my life.. huhuhu
Mmm, kayakny akan lebih sulit dan ribet posting pake English lagi yaa.. secara udah ga kepake ini bahasa udah lamaaa.. hiks, sayang banget. Udah banyak yg lupa!

yaudah gitu aja sekian. Lagi pengen posting aja, mumpung batita lagi bobok ciang. dan sepertinya bentar lagi bangoooonnn!! ooohh noooo!!!

Sunday, October 07, 2012

I Love Him

I love him after Allah, Rasulullah, my parents, and my sister.. I love you, Mardian Sanjaya.. :)


Abang.. the way I call him. and Dedek, the way he call me..
I wish Allah bless us to be together someday if he's the best person that Allah set for me..
Aameen.

Sunday, April 22, 2012

What Called Jazz and Jazzy Love Song

On this beautiful afternoon, my buddy, Candra (I'd like to call him Cancan or Tokecan), visited my home. I invited him to have a lunch with me before copied all of his pictures when he performed on stage on Kharisma Jazz Festival which held on my campus, UB, some times ago. We enjoyed spending the time sharing many things, like what has happened to me the day and day before. Then we dicussed about what jazz music is. We both love jazz, but no really know about jazz so much, especially pure jazz. Hhhmm, but we agree that 'what called jazz', eer 'pure jazz' is sometimes rather difficult to listen. So we do like to listen 'we called jazz' which more easy listening, even it is not trully/pure jazz, for example some songs are sung by Tompi, Maliq n d'essentials, Ecoutez, and Andien.

Hm, I think that 'what called jazz' is about taste when we listen it, isn't it?! I do like to call it jazz, when there's piano, saxofone and contra bass ('bass betot' in Indonesia), like a song from Esperanza Spalding, 'I know you know', there's contra bass playing. Wow, it's nice!

And after Cancan copied all of the performance picture, I copied jazz song that he has. Some of songs I've ever known, but I was really sure it is sung by another singer that I've ever known, such as 'Nature Boy' which I know was sung by Celine Dion. Surprisingly, while I listened all songs I've copied to, I found a song which the title is not so strange for me, 'At Last'. Ow my gosh! I know it is sung by Celine Dion too, yet I know this is sung by Etta James. To remind me about the song, I searched the lyrics on Google, and I found this http://www.romantic-lyrics.com/atlast.shtml

At Last Lyrics by Etta James

At last, my love has come along
My lonely days are over
And life is like a song
Oh, yeah, at last
The skies above are blue
My heart was wrapped up in clovers
The night I looked at you
I found a dream that I could speak to
A dream that I can call my own
I found a thrill to rest my cheek to
A thrill that I have never known
Oh, yeah when you smile, you smile
Oh, and then the spell was cast
And here we are in heaven
For you are mine
At last


I so much enjoy listening this song.. And I think it is not so bad compared with Celine Dion version. The difference I feel more jazzy with 
Etta James version. Agree?!
This song is so sweet, and my imagination immediately sailing wherever it goes. I dream how sweet it is when I listen this song with a man I really love with all of my heart. Uuuuwhh, so lovely, so romantic, so sweet!! ^^

And the 2nd song actually I not really know the meaning, but from the rhythm is so fun to listen. This song is sung by Robbie Williams, 'Beyond The Sea'. Of course I searched the lyric to get more feeling about the song. 
http://www.azlyrics.com/lyrics/robbiewilliams/beyondthesea.html


"Beyond The Sea"

Somewhere beyond the sea,
Somewhere waiting for me,
My lover stands on golden sands
And watches the ships that go sailing.

Somewhere beyond the sea
She's there watching for me.
If I could fly like birds on high
Then straight to her arms I'd go sailing

It's far beyond the star,
It's near beyond the moon.
I know beyond a doubt
My heart will lead me there soon

We'll meet beyond the shore
We'll kiss just as before
And happy we'll be beyond the sea
And never again I'll go sailing

I know beyond a doubt
My heart will lead me there soon
We'll meet, I know, we'll meet beyond the shore
We'll kiss just as before
And happy we will be beyond the sea
And never again I'll go sailing

No more sailing
So long, sailing, sailing, no more sailing

Good-bye, farewell my friend, no more sailing

So long sailing, no more sailing

No more, farewell...

No more sailing


So much fun spending the night listening to what called jazz music. :D
Hey, do the same, listen these guys!! :D

Monday, April 16, 2012

The Unforgetable: KKN Mapres

KKN stands for Kuliah Kerja Nyata, yet I'd like to say it community service. And Mapres means Mahasiswa Berprestasi (outstanding?? hmm). Ooh, we (in team) agreed that we were not! ;) So, this activity I joined in this early year 2012 on January-February at Ngantru Village, a very beautiful village I knew. There, we submitted and shared knowledges that we have to help and motivate people for the prosperous and even wishing for the welfare of the society.

I went there and lived there about 16 days with my fabulous team. They are Kurniawan (as coordinator of team), Yoga, Bayu, Irwin, Irma, Ardhita, mas Eko, Yani, Adam, and Anni. Some of them I've never known before. But finally we knew each other personally coz we were living in the same house there, one house, one roof, hehehe. We knew each habit, some of them like to have coffee everyday, listen to "galau" music, sweep the floor every morning, cook for all member in the house, do the exercise every morning, play the game in notebook, and many more. We spent all the time together for having breakfast, lunch, and dinner, even supper, watching sad movies and crying together, playing with kids around, singing "galau" songs together, and all of the things we did together that I can't mention one by one. Beside that knowing what they like, we knew what they dislike too, and also what they scared of. Ooh, all of the things of them colored my day there! Funny, sweet, so kind, yet sometimes lil' bit suck :p And 16 days are completely made us agree that "WE ARE FAMILY". :)

Spending the time with them is so unforgetable :)






these both below are edited by Irwin