Saturday, July 30, 2011

Model Photo Hunting part 2

Modelnya dari mas Iqbal nih. Cuma 1 model doank. Nah event ini terbatas buat 8 fotografer. Dan lagi-lagi aku iseng ikutan. haaa :p Lokasi hunting kali ini di depan Gereja Ijen dan Ijen Boulevard. Huntingnya hari kamis kemarin, 28 Juli 2011.

Afrestia Anggraeni, panggilannya Afres. Baru ini aku sreg sama model. Soalnya dia ramah dan cantik. Cantiknya mbak Afres ini natural banget. Ga perlu make up tebal aja udah cantik, imut, photogenic pula. Seepss dah!! d^^b

Dari siang jam2 hunting sampe jam stengah 5 sore, cuma sedikit gambar bagus yang aku dapet. Padahal talent ngedukung banget. Menurutku memang tidak maksimal sih, menurut temen-temen yang lain juga gitu (So sorry). Kata ms Kadal, "hmm,,bukan cepuk banget. Ayoo puk semangat!".

Well emang sih waktu itu aku lagi badmood, gara-gara lagi ada masalah sama si Panda (cerita tentang siapa Panda ada di postingan sebelum ini). Pokoknya seharian itu aku bener-bener sebel sama dia. Dari sejak datang di ArtCafe, kumpul sebelum hunting, aku cuma diem, nonton acara musik channel luar, sesekali ngeliatin henpon. Sampai mas Kadal dan Yogie manggilin pun aku ngga sadar. Aura ke-badmood-anku terasa memang. Mereka berdua sampe nanya "knapa puk?! dari tadi diem aja. dipanggilin ga noleh-noleh. OpoO seee??". Dan aku cuma jawab dengan jawaban klasik, "gakpapa kok, hehehe.". Setelah itu diem lagi.
Alhasil mungkin ke-badmood-an ini menghasilkan karya yang kurang maksimal, menurutku, dan menurut beberapa teman. Tapi ada memang beberapa yang "lumayan", dan dapet respon cukup bagus. :)

Here they are..


kata ms Galih, nice concept, dia sampe terharu baca tulisannya.
_hahahaha, lebay kali :p_
kata abang aka Faujy, sayang mbun-mbun (ubun-ubun) nya kepotong.
_well, ini emang sengaja aku crop, maunya siar terfokus sama wajah, terutama mata. hmm, IMHO :)_
kata Lalu, foto ini udah bagus, good shoot, distro banget, angle berbeda.
_thank you Lalu! ;D_
kata ms Iqbal, perlu perhatikan penggunaan font, disarankan pake font lain.
_hahaha, ini font milihnya emang asal :p_
kata kak Pache, semua udah unyu kecuali POI (point of interest). hehe, emang sih. :p, trus fotonya asik soalnya diperkuat sama judul foto. "Other than the others", katanya.
_thank you, kak Pache ;D_
Ini foto maksa banget aku, gara-gara bingung mau ngedit foto apa. Semua gambar yang aku ambil, "biasa". Ga ada satupun yang bikin aku berkata "wow" untuk hasil jepretanku. Cuma inilah yang menurutku beda dari yang lain, konsepnya lucu. Komposisinya aja juga maksa, cropping sana sini. hehe :p




Gak banyak komentar dari temen-temen soal foto ini.
Mas Galih said,"Weeeiiihh....cepuk adalah salah satu orang dgn sudut pandang yg aneh...."̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ...tp bgus mnurutq...Gambarnya simple tp maksud yg dsmpaikan jelas...blum tentu smua orang bisa punya sudut pandang yg unik kyk km puk...lanjutkan ke autisanmu ya...."̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮"
_hahaha, thank you Mas Galih for comment.. membuatku senang! ;D_
Mas Kadal said,"ayo puk.. lbh semangat.. krg dramatis..dah enak kompo-nya tp krg makyus.. ga tau apanya.."
_well, semangat! ;)_


Foto-foto di atas aku dapat di Ijen Boulevardnya, yang di depan Gereja Ijen ga ada yang bikin aku hebring hasil jepretnya, tapi satu! Here it is..


Gak asing kan sama foto ini?! hahahaha, Hype! Heart this! So different! ;D
Foto ini aku edit lagi dan aku jadikan header blog aku deh.
Kata temen-temen aku, emang truly "autis"! hihihi, yang lain pada motoin talentnya, sedangkan aku suka-suka. Kadang motoin talent, kadang juga motoin pagar dan pintunya gereja, dan terakhir yang ini nih!
Bener-bener hidup di duniaku ;)



Sekian aja deh fotonya, do heart for this two only, the last too.
Lainnya ga terlalu greget buatku. Jadinya males di post.
Next hunting semoga jauh jauh jauh bisa menghasilkan karya lebih baik lagi! Aammiin..
_______S.E.M.A.N.G.A.T!! ;)_________

Friday, July 22, 2011

Kamu dan Kamu

waaaahh, hati iniii selalu aja terusik hal-hal yang berbau2 perasaan, suka, dan bla bla blaa..
yeaahh, baru-baru ini.

|Kamu, orang yang baru aku kenal namun familiar. Kenapa Allah harus menakdirkanku berkanalan denganmu?! At one time, model photo hunting session. hahaha. Dan sejak saat itu disebuah perkumpulan alias komunitas yang baru kujamah aku ketemu lagi sama kamu. Biasa saja, tapi dari setiap obrolan itu membuatku tertarik. Aku suka. Kamu lucu. :)|

||Kamu, sosok yang lebih dari setahun belakang aku kagumi. Yeah, all about you, I adore you. Lebih dari sebulan lalu, hatiku teramat "galau", wakakakakakak. Perasaan ini membuatku tak sedikitpun nyaman. Selalu mengusik. Aku tuh terganggu! Kamu engga tau! Masa-masa awal kita kenal, membekas terlalu manis di otak, namun berbanding terbalik dengan kenyataan, akan sikap dingin itu. Capek. I decided to get you OUT of my mind. Hampir di setiap doa malamku bersujud, "Ya Allah, tenangkan hati ini. Aku ingin melupakan perasaan ini. Capek. Aku ingin bisa tenang tanpa ada yang mengganjal di dalam hati."

Keputusanku bulat, I have to forget you, ehm, this feeling exactly. Aku menjauh, tak sekalipun kamu kuhubungi. Teman-temanmu pun seperlunya. Bahkan sikapku terlihat mencolok sekali di suatu ketika temanmu sempro, aku tak datang. Mungkin gara-gara ini aku terlalu egois. Setelah dinasehati paman gembul, kuturunkan egoku, mendekati mereka, dan minta maaf. Sejak itu aku bersikap biasa dan perlahan-lahan rasa itu seakan terasa menghilang dengan sendirinya, walaupun masih ada bekas-bekas, tapi setidaknya jauh berkurang dari sebelumnya. :)||

|Hari-hari berlalu, obrolan semakin seru. Hahahahaha, kamu lucu. Di forum pengomentaran foto itu kamu dan aku asik bercanda. Just like the world was ours. :D|

||Suatu ketika aku ingin mendengar kabarmu. Lamaaaa tak bertemu, padahal satu kampus. Sms terkirim, dan tak lama kemudian terjawab. Yang kutau, beberapa minggu lagi kamu akan sempro, dan temanmu juga akan kompre. InsyaAllah aku datang. Walau bagaimana pun juga, kalian termasuk orang-orang terdekatku, jadi kuusahakan datang. Tak peduli seperti apa perasaanku.
Entah beberapa hari setelahnya, temanmu yang temanku juga mengabariku, kamu melanjutkan penelitianmu bukan di Malang lagi. Tau kabar itu, perasaanku antara "sedih" dan "biasa saja". Yaaah, kudoakan kamu sukses selalu dimanapun kamu ada.||

|Forum itu membuat kamu dan aku menjadi dekat, walau hanya tersambung lewat dunia maya. Hahahahaha. Wakakakakakak. Bruakakakakak. Kamu selalu mengocok perutku. :D
Saling meledek. Dan tiba-tiba "......". Tertembak! Selasa, 19 Juli 2011. Maaf, aku suka kamu, tapi itu tidak cukup, karena baru beberapa minggu kita kenal. Kejadian-kejadian masa lalu membuatku takut dengan orang-orang baru yang kukenal yang kurasa terlalu instan memutuskan permintaan hubungan yang lebih. I'm sorry I can't. I want to know you more. Kamu serius atau iseng-iseng berhadiah. Dan suasana itu sangat tidak pas, sehingga aku anggap, "kamu bercanda". Hhhhhhhhhhhhhh, just let it flow.|

||Kamu, mempersiapkan segala hal untuk kepindahanmu. Malam itu selepas waktu Isya', terakhir kali mungkin kamu dan aku keluar bareng. Seneng. Walaupun cuma kurang dari 2jam. Beli martabak, mengambil kotak sterofoamku di rumah produksi, ke lab mikro, warnet, hingga kosmu yang membuatku menunggu lama, kedingingan seperti gembel di depan kosmu. Tapi terima kasih udah dibantu ngeprint brosur berwarna, dan terima kasih untuk keasikan malam itu. Sampai jumpa. :)||

|Kamu, mungkin orang baru yang akan mengisi hariku dengan canda dan tawa. Panggilan-panggilan itu lucu. Kamu "panda" dan aku "mon". hihihi..^^|

||Kamu, sudah hengkang dari kota ini, meskipun tak hengkang sepenuhnya dari otak dan hatiku, tapi kenangan yang ada waktu sama kamu itu semua lucu dan manis. I'll remember. :)
See you!||

Thursday, July 07, 2011

Karya Pertamaku, Foto dengan Model

Well, ini coba-coba pertamaku "bermain" dengan model. Walaupun tidak begitu suka motoin model, tapi engga ada salahnya buat dicoba. Hitung-hitung mengasah skill fotografi. hihihi
Banyak hal yang kudapat dari ikutan sesi foto model ini. Kenal banyak orang baru, teman-teman sehobi, fotografi! Juga pengetahuanku bertambah tentang fotografi ini, plus mengenal istilah baru, "IMHO" kependekan dari "In My Humble Opinion". Hahaha. Lucu ya! ;)
|Sebenarnya ini tantangan dari seseorang yang mengaku penggemar karya-karya fotoku di acara pameran foto dalam rangka reunian TUSTEL (aku diajakin majang koleksi foto sama Wawan dan Abang. Walaupun bukan anggota aku diajakin hadir di sarasehan TUSTEL. Di situ aku kenalan juga dengan anggota-anggota tustel dan orang-orang yang hadir di acara sarasehan itu termasuk yang nantangin. hehe). Namanya mas Farid. Dia nantangin aku buat motoin model-model ini.|
Mas Jepang yang hadir di sarasehan tustel ngajakin anak-anak tustel buat hunting photo bareng model DotProLouis, tanggal 2 Juli 2011, di Wisma Tumapel.
 So, this is it! Let's take a look one by one. Enjoy it! :)



 

 Model ini namany Lysa Ascarya Permatasari, di facebook begitu. :p
Foto pertama dengan BW lumayan, anglenya pas dengan "low angle", sayangnya gaunnya bernoda dan kusut.
Foto kedua ini konsepnya bagus, I like it! komposisi lumayan, framing terlalu "ngepas" di kepala. Banya noise. hahaha, maklum engga bakat moto indoor. Belum tau tekniknya.
IMHO! :D


 

Nama modelnya: Rifanda ....
Termasuk model favorit fotografer kala itu. hehe :p
Lagi-lagi aku mencoba BW. Not bad lah. di foto pertama ada yang bilang OE (over exposure) dibagian kiri. Tapi komposisi udah sipp. Menurutku juga begitu.
Foto kedua komposisinya juga udah bagus, tapi framing kurang pas, agak ketat di bagian dada.
IMHO! :D
 
 
Modelnya namanya Ditha Yansah, begitu d facebooknya.
Salah satu model favoritku juga, wajahnya ramah. Ini model yang paling sering senyum.

Mencoba BW. Kurang pas kata temanku, hehe, aku juga kurang ngerti BW musti gimana. :p
Aku suka konsep ini, sayangnya aku bingung kasih judul. Padahal menurutku foto ini bercerita. Hohoho. IMHO! :D
 
 
 Namanya Chio, kalo ngga salah. Model hemat senyum. Sangat tidak ekspresif. Paling banyak hasil fotonya Chio ini yang jadi "bulan-bulanan" fotografer. Bahan becandaan. Wekekekek :p
Biarpun aku bener-bener kehilangan mood karena modelnya ga seru, posenya ga asik, tapi malah aku dapat foto ini, foto yang aku suka di antara yang lainnya. Komposisi aneh, tapi lucu kata temanku. Menurutku cukup memuaskan foto ini. Sayangnya dalam proses editing aku ga begitu bisa. Bekas knalpot di kaki kanan masih kelihatan. hihihi. Tapi it's okay. Kelihatan natural. :p
IMHO! :D


 
 Nama modelnya ngga tau. Hehe. Kata temanku Ayu namanya.
Aku suka sama model ini, very expressive! Sexy! Hohoho
sebenernya dari banyak fotoku dengan model ini, lumayan banyak yang bagus. Tapi sayangnya spot kurang mendukung, jadinya aku cuma milih satu foto ini untuk ku edit. Tapi dari keseluruhan hasil foto-fotoku ini, THIS IS MY FAVORITE!! Nice and unique concept, plus good composition! Tapi tetap ada kekurangannya. Bercak di paha mbak model ini ngga aku hilangin. Ngga bisa dan ngga tau caranya lebih tepatnya. Hehehe. But looks natural.
IMHO! :D

Tuesday, July 05, 2011

Keset, oh Keset..

Hari ini, mulai pagi kegiatanku bersama kelompok PMW (Rizka, Afril, Akbar, dan Wawan) bikin nuget sayur d rumah produksi d wilis. Selama bikin nuget ada banyak alat-alat masak yang kotor, sehingga harus dicuci. Sayangnya d rumah produksi ini tidak ada 1 ruangan tersendiri untuk nyuci-nyuci alat masak, ini aja bikin nugetnya engga d dapur. hehe ;)

So, tiap nyuciin mesti keluar rumah, trus nyuciin d kamar mandi yg letaknya d samping rumah. Nah, tiap selesai nyuciin pasti kaki juga ikutan basah kecipratan air saat membilas cucian. Akibatnya masuk rumah dengan meninggalkan jejak-jejak kaki yang basah. 
Hm, andai ada keset.

Siangnya saat baru aja selesai menggoreng nuget, aku dapat sms dari mbak Nia. Dia minta diantar ke stasiun sore ini juga, mendadak dapat kabar jadwal kursus di sana. Akhirnya aku cepat-cepat pulang supaya dia tidak ketinggalan kereta. Kan kasian juga sih kalo ketinggalan. Hehe :p
Setiba di rumah, dia sudah siap dan kami langsung menuju stasiun dengan mengendarai mobil yang disupiri olehku. Pas banget sampai di stasiun hampir pukul 15.30. Aku tidak ikut mengantarnya masuk, karena parkiran mobil penuh di depan stasiun. Aku menunggu kabar dari mbak Nia di jalan menuju Balai Kota engga jauh dari stasiun (antisipasi engga langsung pulang, kalu misal dia ketinggalan kereta). Setelah menunggu 10 menitan akhirnya dia sms kalo dia sudah di kereta. Fiiuuhh.. legaaa.. bisa langsung pulang.

Di jalan pulang ke rumah aku sempatkan mampir pondok pesantren Al Hikam milik pak Hasyim Muzadi itu buat beli jus (di depan pesantrennya kebetulan ada yang jual jus). Setelah ku parkir mobil, aku turun dan langsung menghampiri gerobak jus. Sebelum menghampirinya yang kulihat gerobaknya tutup. T-T
Yaudah, mungkin besok aja aku bisa mampir dan beli, mending sekarang pulang ke rumah. Waktu aku masuk mobil dan mulai keluar dari parkiran, aku melihat bapak yang terlihat payah sekali menggotong keset yang begitu banyak berhenti persis di depan tempat aku parkir mobil tadi. Kulihat seorang ibu paruh baya menghampirinya dan memilih-milih keset. Karena aku sudah terlanjur keluar dari parkiran dan sulit untuk parkir di situ lagi, kuputuskan untuk menjari jalan untuk putar balik dan kembali parkir di situ lagi. Begitu aku putar balik, aku parkir di tempat yang sama.

Bergegas aku turun dari mobil, dan menghampiri bapak penjual keset.
Ada 2 jenis keset yang dia jual, harganya pun juga berbeda. Jenis pertama keset biasa dengan harga Rp 10.000 dapat 3 keset, dan jenis kedua dengan harga Rp 10.000 untuk 1 keset. Wow, lumayan mahal juga nih yang jenis kedua. Tapi dasarnya aku engga tegaan, alhasil aku engga menawar sama sekali harga kesetnya.
Emang sih keset kedua ini tebal, bagus, warnanya pun menarik, rencananya akan aku pakai untuk kamar mandi di kamarku di rumah Bululawang.
Sambil memilih-milih corak keset itu, aku bertanya-tanya pada si bapak. Info yang aku dapat, bapak itu jual keset keliling, kemana saja (pantas aku tidak pernah liat ada jual keset keliling). Dan bapak itu jual keset dari Sidoarjo. What? Aku ga bisa bayangin dia menggotong keset sebanyak itu dengan susah payah dari Sidoarjo sampai ke Malang. Mungkin aja sih dia naik angkutan sampai ke Malang, tapi bukan mustahil juga kan dia berjalan kaki dari Sidoarjo? Tapi dari wajahnya yang lelah dan payah itu aku lihat keikhlasan dan kesungguhannya dalam mencari rezeki. Hatiku luluh, semakin ingin memborong kesetnya.

Aku memilih 2 keset jenis kedua, dan membeli keset pertama 3 keset. Totalnya jadi Rp 30.000. Karena engga bawa dompet, aku masuk mobil dan mengambil uang. Begitu aku keluar lagi, si bapak sudah dengan rapi menumpuk keset-keset pilihanku dan siap membawa masuk ke mobilku. Tapi aku langsung bilang, "oooh, gausah pak, biar saya aja yang bawa sendiri." Aku menyerahkan uang Rp 50.000 pada si bapak dan aku memasukkan keset ke mobil, kemudian aku ambil kembaliannya. Bapak itu tersenyum. Betapa ikhlasnya bapak ini menjadi penjual keset keliling. Subhanallah. :')
#terharu
Ini dia si bapak dan keset-kesetnya, ku foto dari dalam mobil. :p

Kemudian bapak itu membereskan tumpukan keset, dan kembali menggotongnya dengan susah payah. Kulihat dengan mata kepalaku sendiri betapa beratnya si bapak mengangkatnya. Kubiarkan bapak itu berlalu baru aku keluar dari parkiran, dan si bapak berlalu sambil tersenyum ke arahku yang sudah di dalam mobil.

Sampai di rumah aku menurunkan tumpukan keset-keset yang aku beli. Saat aku lihat-lihat lagi kesetnya dengan kakak ugi, tiba-tiba aku dikagetkan dengan jumlah keset jenis kedua. Jumlahnya ada 3??? Bukannya aku tadi cuma pilih 2 aja??? Tapi kok ada 3??? Apa iya si bapak kasih aku bonus??? Atau jangan-jangan keset yang bukan pilihanku keikut tumpukan keset yang aku pilih??? Tapi keset-keset itu yang membereskan dan mau memasukkan ke mobil kan si bapak. Aku cuma terima tumpukan itu langsung dari tangan si bapak. Masak iya sih si bapak ga sadar 1 kesetnya ketumpuk juga, atau memang benar-benar engga sadar??? Atau jangan-jangan karena aku beli banyak tanpa menawar, si bapak kasih bonus tanpa sepengetahuan aku, makanya dia yang mau memasukkan langsung ke mobil, padahal pembeli lain tidak dia bawakan???
Ya Allah, apa yang harus aku lakukan sama keset itu kalau memang ternyata itu bukan bonus, itu memang tidak sengaja terikut tumpukan keset pilihanku??? Begonya kenapa saat kumasukkan ke dalam mobil tidak kuhitung jumlahnya??? Dengan begitu kan aku tau kalo kesetnya kelebihan. huwaaaa... T-T

Kalau aku balik lagi ke ponpes dan mencari sekitar sana, pastilah sudah jauh bapak itu pergi. Lagian aku juga sudah capek dari pagi beraktivitas. Kudoakan mudah-mudahan kalaupun memang bukan bonus, bapak itu ikhlas, dan mendapatkan rezeki dan pahala yang berlipat-lipat atas keihlasannya. Bila itu bonus, subhanallah, aku engga habis pikir, dalam kondisi payahnya si bapak masih bisa "memberi" padaku, yang alhamdulillah bukan orang yang benar-benar kesusahan dalam ekonomi. Dan kupikir, 1 keset "bonus" itu kan lumayan kalau dijual, buat tambah-tambah uang penghasilan jualannya.
Tidak habis pikirnya lagi keset "bonus" itu pilihan bapak itu, saat aku memilih-milih keset tadi. Semakin menguatkan kalau itu memang keset "bonus". Hehehehe :p
Duuuuuhh, si bapak baik sekali. Yaah, terlepas itu bonus atau bukan, kudoakan dagangannya cepat laku, dan Allah memberi rezeki berlipat-lipat ganda. :)

Sunday, June 26, 2011

Final Test

Yeah, tomorrow the final test will begin. I'm in the 6th semester studied at Food Science and Technology in Brawijaya University.
Well I hope I'll finish the test easily and get a very good score, so my score will be up to 3..
Actually now I'm in 2,99. oOoh, so poor me.. :(
But I can't let myself down for a long time, I should make a change. As possible as I can do.
Okay, let's be spirit! I know I can. And you?! Of course be able too.. Spirit! :)

Don't forget to pray before you want to start to study, may Allah blessed us, always. Aammiin..

Wednesday, June 22, 2011

Ibu Siti Aminah

Aku tau nama beliau Siti Aminah setelah kutanyakan padanya, tepat sebelum ibu tua itu mengucapkan salam dan kemudian pergi bersama air matanya yang menetes.

..............

Sore di hari Senin itu, 20 Juni 2011, baru saja aku sampai di rumah, tepatnya di depan pagar, seorang ibu tua datang menghampiri. Pakaiannya lusuh, membawa tas plastik, dan daun-daun di tangannya. Ibu itu berkata "nak, minta sedekahnya".
Aku jawab, "iya bu sebentar ya, saya masukkan motor dulu.."
"iya nak, ibu tunggu di sini.." kata ibu tua itu.

Setelah aku masukkan motorku ke carport, langsung aku temui ibu itu, dan menyiapkan tidak seberapa uang dari dompet dan kemudian aku lipat kecil dan kugenggam. Lalu aku bertanya, "ibu dari mana?"
Ibu itu bercerita, dan menjawab semua pertanyaanku yang aku tanyakan. Aku penasaran kenapa dia meminta-minta, dan kenapa harus ke kawasan perumahan? tidak biasanya, batinku.

Beliau menyebut dirinya 'mama' setiap kali berbicara denganku. Pertama kali aku tanya beliau menjawab dengan bahasa banjar yang sama sekali aku tidak mengerti. Yang aku paham beliau bilang 'saya bukan orang jawa, jadi tidak bisa sama sekali berbahasa jawa'. (padahal aku bertanya dengan bahasa Indonesia)
Awal yang cukup 'mencengangkan' bagiku, dan membuatku semakin penasaran siapa sosok tua yang di hadapanku. Beliau pasti datang dari jauh.
Kemudian giliranku yang berkata "maaf ibu, saya tidak mengerti bahasa kalimantan."
"Kalau boleh saya tau, ibu dari mana?" pancingku.
"Mama bukan orang jawa nak, mama asli Banjar, Martapura, ...." aku tidak begitu mengerti daerah yg beliau sebutkan, yang aku tau sebatas Martapura.

Cerita berlanjut, bahwa ibu itu bisa sampai di jawa karena anak satu-satunya meninggal dunia, suaminya dulu bekerja mendulang intan di sungai. Sejak anaknya meninggal, beliau dan suaminya pindah ke Surabaya. Kemudian suaminya meninggal. Tinggallah si ibu sebatang kara, merindukan kampungnya yang jauh di seberang pulau jawa. Ibu tua itu pernah bekerja ikut orang selama 8 bulan, kemudian terpaksa berhenti karena penyakit yang dideritanya, kista. Dan lebih menyedihkannya lagi gajinya selama bekerja di sana belum dibayar. Beliau sudah pernah menagihnya ke majikannya, tapi ternyata majikannya tidak mau membayar dengan alasan orang tuanya belum memberinya uang. (Sepertinya yang mempekerjakan ibu ini cuma seorang mahasiswa)
Beliau juga pernah mencoba usaha berjualan, mungkin seperti buka warung kecil-kecilan. Tapi beliau malah diusir dengan orang, sambil berkata kasar "urus-urusen dewe".
Ingin rasanya pulang, tapi uang untuk makan saja susah, butuh biaya besar untuk sampai di Kalimantan walaupun hanya dengan kapal. Mau bekerja pun sulit, karena kistanya. Tidak bisa bekerja berat.

Ibu itu meneteskan air mata sesekali saat bercerita. Dalam hati aku juga seperti merasakan apa yang ibu itu rasakan. Begitu beratnya cobaan dari Allah, tapi beliau tetap beriman. Aku mendengarkan dengan seksama, karena logat banjarnya yang kental membuatku harus jeli mendengarkan. Ibu itu bercerita lagi.
Kantong plastik yang dia bawa-bawa itu isinya adalah mukenah, baru saja dia sholat di masjid dekat rumahku. Dia dengan bangga sambil memperlihatkan isi kantong plastiknya yang berisi mukenah. Aku berdoa, mudah-mudahan dengan ketabahannya, keimanannya, ibu itu diberikan rahmat yang berlimpah dari Allah. Subhanallah, di kala susah dan cobaan bertubi-tubi beliau selalu mengingat Allah. Beliau juga bilang di setiap langkahnya adalah doa, dan dzikir, agar diberikan rezeki dan kesembuhan dari sakitnya. Daun yang ditangannya untuk mengobati kistanya, diberikan oleh seseorang.

Lalu aku bertanya, "ibu, rumahnya dimana?"
Ibu itu bercerita lagi. Beliau tinggal di masjid-masjid. Biasanya beliau tinggal di masjid di dekat indomaret sukarno hatta. "yaah, kadang mama tinggal dimanapun kaki ibu melangkah aja nak", kata beliau.
"mama kebetulan saja lewat sini, mencoba meminta sedekah. Mama lapar nak. Biasanya kalau minta-minta diusir satpam. Ini saja satpamnya lagi tidak lihat. Mama butuh beli makanan, mama tidak bisa masak kalau diberi bahan makanan, karena mama tidak punya rumah, apalagi alat-alat masak. Mama minta-minta terpaksa nak, malu. Tapi tadi mama coba-coba minta siapa tau Allah memang memberi rezeki. Sekali lagi nak, MINTA-MINTA ITU MENYAKITKAN, MALU, TAPI MAMA TERPAKSA.."
Sambil mengusap air matanya beliau mengatakan itu, tak tahan mungkin dengan keterpaksaannya. Aku mengerti sekali, karena bagi orang beriman lebih baik bekerja daripada meminta-minta.

"yasudah nak, mama mau pergi, terima kasih..", kata beliau berpamitan. Beliau mengucapkan terima kasih padahal aku belum memberikan apa-apa. Segera sebelum ibu itu meninggalkanku, kupindahkan yang ada di genggamanku ke tangan ibu itu.
"mudah-mudahan dengan yang tidak seberapa ini cukup membantu ibu, maaf tidak bisa membantu banyak ya bu. tapi saya doakan semoga ibu bisa pulang ke kalimantan dan ibu cepat sembuh.", kataku dengan suara mendalam dan menahan air mata.
Ibu itu mengucapkan terima kasih lagi dan mendoakanku. Saat beliau berdoa, tidak kuasa lagi aku menahan air mata, dan mengucapkan "aammiin" tanpa bersuara. Berat! Sesak aku mendengarkan kisah hidupnya yang begitu berat, dan kesalutanku terhadap perjuangan beliau di usia senjanya 'meminta dengan rasa malu yang begitu besar'. Tidak semua, bahkan tidak ada orang yang pernah aku temui yang seperti beliau.
Subhanallah!

Sebelum beliau beranjak pergi, aku kuatkan bertanya, "maaf ibu, kalau saya boleh tau ibu namanya siapa?"
"mama namanya Siti Aminah nak. Itu nama mama. Yasudah mama pergi dulu, Assalamu'alaikum", kata ibu tua itu dengan senyum dan matanya yang basah sambil beranjak pergi dari hadapanku.
Kubalas senyumnya dan menjawab salam dengan tanpa suara, dan dengan air mata yang membuncah. Aku ga kuat, rasa kasihan terhadapnya begitu besar. Harapan dan doa kupanjatkan agar Allah selalu merahmati, mengangkat sakitnya, dan memberikan kemudahan untuk kepulangannya ke Kalimantan.
Selamat jalan ibu Siti Aminah. Mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi. :')



ya Allah, lembutkanlah selalu hati kami, agar selalu kami keluarkan nilai-nilai fitrah itu. semua itu asmaMu ya Allah, maka lembutkanlah hati kami.. aammiin..

Saturday, June 04, 2011

Mbak Mentorku, apa kabar?

ya Allah, limpahkanlah rahmat dan hidayah selalu kepada kami umat-umat Nabi Muhammad SAW :')

entah kenapa tiba-tiba kangeeeeennn banget sama mbak-mbak mentor aku sewaktu SMA. Mereka adalah mbak Atik dan mbak Nisa.

Bermula dari siswa baru, sekolah memprogramkan kegiatan mentoring untuk siswa-siswa baru yang bertujuan untuk menanamkan nilai moral dan spiritual pada siswa melalui pendidikan agama (ekstra). Mentoring ini dilaksanakan setiap hari jumat sepulang sekolah. Dulu pada awalnya dibagi dalam kelompok-kelompok siswa yang kemudian akan dibimbing oleh kakak-kakak mentor ini.

waktu kelas X SMA, di SMAN 8 Malang inilah aku bertemu dengan mbak Atik dan mbak Nisa ini. Mereka mentor kelompokku. Minggu pertama mentoring rame, tapi selanjutnya taulah gimana, SEPI!! Semua beralasan sudah dijemputlah, dan lain-lain. Aku beda. Aku penasaran pengan tau Islam lebih dekat, karena aku butuh Islam. Aku butuh lebih banyak tau.

Dari kecil aku di TPA, selalu diajarkan tentang agama oleh orang tua, sejak pindah ke kota Malang pun aku disekolahkan di sekolah Islam "biasa" (kata banyak orang) yaitu "SMP Shalahuddin" oleh Babe, bukan Cor Jesu, sekolah katolik tempat Ibuku bersekolah dulu yang kebetulan Ibu sempat berniat menyekolahkanku di situ. Bisa dibilang aku tau Islam, sholat, membaca dan menghafal Al Quran.

Tapi mentoring beda, aku lebih tau tentang adab bergaul yang baik, bagaimana bersikap terhadap orang lain, saudara, orang tua. Dan mbak-mbak mentor itu selalu menyampaikan materi setiap jumat itu dengan sangat menyenangkan, kami sharing, curhat, bercanda, tertawa. Santai.
Aku yang dasarnya dulu sering bersikap nakal, suka jahil, suka bercanda, kadangkala mbak-mbak mentor itu aku jahilin, aku bercandain. Lucu. Mereka engga pernah marah, sambil tertawa, dan paling-paling cuma bilang "astaghfirullah hal adzim dek, kamu nakal ya..". Aku cuma bisa nyengir di depan mereka. hahaha. engga bakal lupa bersama mereka.

Dari berkurangnya teman-teman kelompokku, yang bertahan cuma teman dekatku, Gigi, dan Ridsa.Gigi satu kelompok denganku dengan mbak mentor mbak Atik, dan Ridsa dengan mbak mentor mbak Nisa. Karena cuma segelintir kami-kami aja yang ngikutin, akhirnya kami gabung. Dan yang tadi itu cerita saat kami mentoring. Saking senangnya bertemu dengan mbak-mbak yang begitu lucu dan menyenangkan itu, mentoring buat aku udah jadi agenda tiap jumat, hobi, dan kebutuhan. :)
Sungguh, aku bacakan Al Fatihah malam ini khusus untuk mbak-mbak mentorku tersayang, yang aku kangen banget sekarang ini. Lose Contact! :'(
Ya Allah, berkatilah mereka dalam setiap langkah dan ilmu yang mereka tebarkan, dan pertemukan kami dalam keadaan yang lebih baik dari sekarang.. aaammmiiin.. :)

Setelah naik kelas XI, mbak-mbak mentor sudah mulai sibuk dengan tugas akhir kuliah mereka. Aku senang kalau mereka masih bisa menyempatkan main ke sekolah. Dan karena kesibukan mereka, kadang mereka belum mempersiapkan materi mentoring, tapi tak apa bagiku, bertemu dan sharing aja sudah cukup menyenangkan untuk mengisi moment silaturahim kami.

Karena hobiku foto-foto, engga lupa aku sempat mengabadikan gambar kami dengan kamera SONY Cyber Shot setiaku. Aku ingat, dulu mbak-mbak itu malu-malu diajak foto, terutama mbak Atik. Tapi karena aku merengek dan memaksa, akhirnya mereka mau.
This is our picture! :)


Kompak banget kan?! :D
(dari kiri) Ridsa, mbak Atik, mbak Nisa, aku, dan Gigi.
Dulu aku belum berhijab. Alhamdulillah sekarang sudah :)

Syukur alhamdulillah aku dipertemukan dengan kakak-kakak hebat seperti mereka yang sabar dengan nakalku, dan lucu. Aku kangen mereka, dan juga teman-teman akrabku Gigi dan Ridsa, mudah-mudahan mereka diberi keselamatan dunia akhirat oleh Allah. :)

Awal perkuliahan sempat aku dipertemukan oleh Allah antara aku dan mbak Nisa di sebuah masjid kampus, MRP (Masjid Raden Patah), waktu dzuhur. Beberapa kali aku bertemu, karen kebetulan mbak Nisa ini melanjutkan S1 di teknik UB. Sempat juga bertukar nomor henpon, tapi itu di henpon lamaku yang rusak dan tidak sempat ter-copy ke henpon yang sekarang. Ditambah lagi sekarang masjid dimana aku sering nongkrong sudah dibongkar. Tidak pernah kutemui mbak Nisa lagi. Sayang... :(
Mungkin mbak Nisa sekarang sudah lulus, sudah kerja, sudah menikah, begitu juga dengan mbak Atik. :)

Sekian curhat kangenku,
Cepuk As Vivie